-->

Kisah Hidup Brendan Greene Pencipta 'PUBG' : Dari Pengangguran, Hidup dari Tunjangan Pemerintah Sampai menciptakan game miliaran dolar


Jadi Pengangguran, Hidup dari Tunjangan Pemerintah Sampai menciptakan game miliaran dolar, Inilah Kisah Hidup Brendan Greene Pencipta 'PUBG'
Brendan Grenee Creator Game PUBG

MobaGenie.ID - Enam Tahun lalu, pada saat Brendan Greene berumur 37 Tahun, dirinya mengalami banyak masalah dalam hidupnya, dari mulai hanya berpenghasilan 300 Dolar AS sebulan, sampai bercerai dengan sang istri. Sekarang, dia adalah orang yang sukses mempopulerkan genre “Battle Royale”, dan salah satu Game yang dia buat PlayerUnknown’s Battlegrounds atau biasa disingkat PUBG berhasil meraup pendapatan mencapai lebih dari 12 triliun di Tahun 2018.

Jadi Penganggurna dan Bermain Video Games 


Greene tidaklah hidup di tempat yang nyaman di Tahun 2013. Dirinyaa terjebak di Brasil, sebelum ahirnya mereka memutuskan pindah di awal 30-an dengan istrinya, sayangnya pernikahan mereka harus berakhir dengan perceraian. Greene bahkan harus mengumpulkan uang dari mulai jadi tukang foto di pernikahan sampai mendesain situs web hanya untuk membeli tiket pesawat pulang ke Irlandia.

Selama menabung, dirinya harus rela berhenti makan di luar dan bersosialisasi, jadi untuk menghibur dirinya sendiri, Greene beralih ke video game.

“Saya seperti terjebak di kamar saya, pada dasarnya bekerja dan bermain game,” kata Greene kepada CNBC Make It.

Greene, menungkapkan dimana dia memainkan hampir semua permainan mulai dari Atari 2700 sampai Delta Force: Black Hawk Down di PlayStation 2. meski begitu, dirinya mengaku tidak pernah serius jadi gamer, sampai pada suatu hari dia menemukan dunia “mods” permainan video online (mod kependekan dari “modifikasi”). Dari mod tersebut, penggemar bisa membuats video game versi mereka sendiri dengan mengubah source code untuk mengubah gameplay. Pengembang game seniri banyak yang mensuport para modder (sebutan untuk tukang mod) , bahkan termasuk mensuport dalam bentuk dukungan coding tools yang mana bisa membantu mereka dalam memodifikasi Game.

Sebagai perancang web paruh waktu, Greene cukup tahu dasar-dasar pemrograman yang bisa dia gunakan untuk bereksperimen dengan “mod” Video Game versi dia sendiri. Dia mendapat inspirasi dari bebrapa mod “survivor” yang dia temukan dari komunitas online dan juga film fiksi ilmiah Jepang “Battle Royale,” di mana para siswa sekolah menengah dijatuhkan di sebuah pulau, diberikan senjata dan kemudian dipaksa untuk bertarung sampai mati.

Greene bahkan menamai mod pertamanya seperti judul film-nya, yang membantu Greene mempopulerkan genre “battle royale” yang sekarang sudah sangat populer. Greene menggambarkan mod yang ia buat dengan “a last-man-standing death-match,” atau dalam bahasa Indonesia kurang lebih “orang terahir yang bertahan di sebuah pertempuran maut,” di mana sekelompok pemain dijatuhkan di lingkungan ekstrim, berebut untuk menemukan senjata dan bertempur satu sama lain sampai akhir. (Fortnite dari Epic Games’ dan Apex Legends dari Electronic Arts dalah salah tau dari Game yang mengusung genre battle royale).

Greene sendiri menceritakan pada CNBC Make It dimana secara personal dirinya menyukai gaya permainan seperti itu, “because it wasn’t linear, it was a world where you were set loose.” “karena itu tidak linier, itu adalah dunia di mana Anda dibebaskan.”

“Apakah saya bisa memiliki karier?”


Pada tahun 2014, kata Greene, dirinya sudah menabung cukup banyak uang dan sudah lebih dari cukup untuk kembali ke Irlandia, tetapi ia kesulitan menemukan pekerjaan di dekat kota kelahirannya di Kildare. Dia pun terpaksa harus berpindah dengan orang tuanya demi mendapatkan tunjangan sosial, yang menurutnya setara dengan tunjangan pengangguran di Irlandia, katanya. Pemerintah memberinya sekitar 180 euro per minggu (atau sekita 202 Dolar AS berdasarkan nilai tukar saat ini), katanya. Greene menggunakan uang tunai tersebut untuk membayar biaya server komputer yang ia gunakan untuk meng-host mod game buatannya.

Orang tua Greene “benar-benar khawatir” melihat anaknya begitu fokus membuat mod game gratis dan bertanya Greene apakah dia menghasilkan uang dari hobinya tersebut.

“Saya mengatakan kepada orangtua saya, ‘Ada kemungkinan” saya bisa membuat game sendiri, suatu hari nanti. Tapi, saat ini, tidak, “ katanya, karena mod battle royale yang dia buat sebagian besar hanya diketahui oleh sebagian kecil komunitas gamer online garis keras.

“Semua itu memang terasa cukup sulit, tapi saya percaya pada mod dan saya percaya pada battle royale, jadi di situlah saya mendedikasikan usaha saya,” kata Greene. “Itu bukan saat yang menyenangkan, karena saya benar-benar khawatir, ‘Ya, apakah saya bisa memiliki karier?’”

Beruntung bagi Greene, karena ada seseorang yang percaya pada battle-royale nya. Mod Genree ternyata menarik perhatian seorang pengembang game yang berkerja di Sony Online Entertainment (sekarang bernama Daybreak Game Company) yang melihat seseorang memainkan ARMA mod battle royale buatan Grenee di situs streaming video game terbesar yaitu Twitch.

Pada akhir 2014, setelah sekitar enam bulan tinggal bersama orang tuanya dan hidup dari uang tunjangan dari pemerintah, Greene menerima telepon dari pengembang Sony yang mana perusahaan memintanya untuk bekerja sebagai konsultan pada salah satu game yang sedang dikembangkan oleh Sony yang bernama H1Z1 dengan tujuan agar mereka mendapatkan lisensi konsep battle royale-nya Grenee untuk diterapkan pada game H1Z1.

“itu adalah keberuntungan besar,” kata Greene, karna hal itu yang membawa Grenee menjadi konsultan selama dua tahun dengan Sony / Daybreak. Sedang masalah Bayaran dari Sony, Greene menolak untuk mengungkapkan berapa banyak bayaran yang dia dapatkan dari perusahaan game tersebut, dia mengatakan “Saya diawasi oleh Daybreak,” dan hal itu sudah cukup untuk membuatnya dipecat dari pekerjaan.

“Saya pergi menemui petugas tunjangan pemerintah saya dan saya menjelaskan apa yang sedang saya kerjakan dan dia berkata, ‘Baiklah, dengarkan, Anda benar-benar harus mendapatkan pekerjaan.’ Dan, saya seperti, ‘hanya mencoba bersabar,’” kenang Greene. “Dan, segera setelah saya mendapat telepon dari Daybreak, saya memutuskan untuk menerima tawarannya,“Anda bisa menandatangani pemberhentian tunjangan sosial saya sekarang. “Dan dia pun sangat senang.”


PUBG Wallpaper
PUBG Wallpaper


Game miliaran dolar


Pada tahun 2016, perusahaan game Korea Selatan Bluehole (sekarang Krafton Game Union) meminta bantuan kepada Greene untuk mengembangkan Game battle royale miliknya sendiri, yang mana sekarang kita kenal dengan PlayerUnknown’s Battlegrounds (atau disingkat PUBG).

Penjualan game “dari Hari Pertama” setelah PUBG diluncurkan untuk Microsoft Windows pada bulan Desember 2017 (disusul versi untuk Sony PlayStation dan Xbox One pada tahun 2018), kata Greene.

“Saya ingat ketika melihat jumlah penjualan terus-menerus naik dan naik, tidak mau berhenti, bahkan tidak mau melambat. Bahkan justru menjadi semakin cepat, “kata Greene kepada CNBC Make It.

Popularitas instan dari Game ini adalah sebuah “kejutan besar” bagi Greene dan Bluehole, katanya. “seingat saya setelah kurang lebih enam bulan, kami sudah memiliki 3.000.000″ pemain online secara bersamaan, Greene mengatakan - tiga kali lipat jumlah yang diharapkan Bluehole, yang berarti enginer perusahaan harus mengkonfigurasi ulang server permainan agar bisa menampung lebih banyak pemain.

Greene sekarang menjabat sebagai Direktur Special Projects di PUBG Corporation, dan game ini telah terjual lebih dari 50 juta kopi, sementara versi seluler telah diunduh oleh lebih dari 200 juta pengguna.

Bagi Greene, kesuksesannya hari ini terasa begitu “gila,” terutama karena kesuksesannya hari ini datang hanya beberapa tahun saja dimana dirinya hidup dengan mengandalkan uang yang ia peroleh dari bantuan pemerintah sementara dirinya berusaha untuk mewujudkan mimpinya.

“Itu adalah pertumbuhan besar yang benar-benar diluar dugaan, saya tidak berpikir itu benar-benar terjadi, membuat kami semua cukup terheran-heran,” kata Greene.

Hari ini, hanya selang beberapa tahun dari kehidupan keras dirinya yang hanya mengandalkan tunjangan dari Pemerintah, Greene sekarang tinggal di Amsterdam, tempat di mana ia bersepeda untuk berangkat bekerja setiap pagi ke kantor PUBG Corp. Ada beberapa hal yang telah berubah dari kehidupan Grenee - terutama ketika dia bepergian keluar Negeri untuk mempromosikan Game buatannya.

“Saya sudah melihat begitu banyak kamar hotel semenjak saya memulai PUBG,” kata Greene. “Saya sudah berkeliling dunia sekitar dua, tiga kali di panggung ini hanya untuk bertemu dengan penggemar dan pergi ke konvensi [dan] acara. Dan saya menyukainya.”

Tapi dia juga menambahkan jikalau dengan dirinya bisa menciptakan game bernilai miliaran dolar, bukan berarti dia tiba-tiba langsung dikelilingi oleh kemewahan.

“Ada begitu banyak rumor dan desas-desus di luar sana tentang, seperti, saya di kapal pesiar, Anda tahu, minum sampanye,” kata Greene kepada CNBC Make It.

Pada kenyataannya, dia masih tetap bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. hampir setiap hari dan juga dia memiliki “kehidupan yang cukup normal,” katanya. Keberhasilan “berarti saya nyaman sekarang; Saya dapat memenuhi kebutuhan keluarga saya, putri dan barang-barang saya [13 tahun], dan mereka tidak perlu khawatir, ”kata Greene.

Sementara itu, sejak dirilis pada tahun 2017, PUBG telah memberikan inspirasi bagi beberapa judul game besar dunia lainnya - termasuk Fortnite dan Apex Legends. Fortnite bahkan menanjak menyamai PUBG dalam hal penjualan, dengan perkiraan pendapatan mencapai 3 miliar dolar AS tahun lalu.

“Saya kagum dengan betapa besar mode permainan yang saya buat bertahun-tahun yang lalu, dan itu bahkam menjadi, seperti, jadi genre di semua Game,” pungkas Greene.

(Genie/News)

artikel ini adalalah artikel bahasa Inggris yang diambil dari CNBC.com dan dialih bahasakan manual oleh MobaGenie.ID ke dalam Bahasa Indonesia. 


TAG:

Related Posts

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah ariktel